KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran pada Sabtu (11/7/2026) waktu setempat sebagai balasan atas serangan terhadap sebuah kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz.

Serangan tersebut menjadi aksi militer ketiga AS terhadap Iran dalam sepekan terakhir.Dilansir dari CNBC, Minggu (12/7/2026), Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) menyatakan serangan udara itu diperintahkan Presiden Donald Trump setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal dagang M/V GFS Galaxy yang berbendera Siprus.

Menurut Centcom, serangan Iran memicu kebakaran di atas kapal dan menyebabkan kerusakan berat pada ruang mesin sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran. Seorang awak sipil juga dilaporkan hilang.

Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Babak Baru Ketegangan dengan AS

"Dalam respons ini, Amerika Serikat membebankan konsekuensi besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintas secara sah di Selat Hormuz," tulis Centcom melalui media sosial.