AS kembali menggempur Iran setelah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menutup jalur pelayaran strategis itu.

Pasca-gelombang serangan udara terbaru yang diluncurkan militer AS ke wilayah selatan dan tenggara Iran, Teheran langsung ambil sikap tegas.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup sementara Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Ini merupakan serangan AS yang ketiga kalinya dalam pekan ini, sebagai tanggapan atas insiden di Selat Hormuz.

AS kembali menggempur Iran setelah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menutup jalur pelayaran strategis itu.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah menyelesaikan putaran ketiga serangan terhadap Iran, Minggu (12/7/2026).

AS dan Iran kembali saling meluncurkan serangan balasan yang masif di wilayah Selat Hormuz dan sekitarnya.

Situasi peperangan ini berbanding terbalik dengan optimisme yang sempat dikantongi AS, untuk memaksa Iran membuka Selat Hormuz.

Militer AS mengatakan bahwa kapal-kapal bergerak melalui Selat Hormuz. Infomrasi ini disampaikan AS saat Iran mengklaim telah menutup selat itu.

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.