EROPA sedang berada dalam situasi krisis. Krisis yang terjadi bukan karena adanya serangan militer, ancaman nuklir, atau konflik geopolitik mematikan seperti yang sedang terjadi di Timur Tengah.

Krisis yang terjadi di Eropa saat ini dipicu oleh gejala alam berupa serangan gelombang panas yang bersifat mematikan.Data yang dibeberkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sedikitnya terjadi 1.300 kematian di seluruh Eropa akibat cuaca ekstrem.

Dampaknya tidak berhenti sampai di situ. Gelombang panas juga memicu persoalan ekologis seperti kebakaran hutan, kerusakan fasilitas publik, hingga lumpuhnya transportasi dan aktivitas publik.

Fenomena ini menyeruakkan sebuah fakta baru perihal minimnya perhatian dan kewaspadaan nasional dari para pemangku kebijakan negara-negara di Eropa terhadap gelombang panas sebagai sebuah ancaman keamanan non-tradisional yang tak kalah mematikan dibandingkan ancaman keamanan tradisional seperti serangan militer atau invasi dari negara lain.

Baca juga: Kursi Kosong Diplomasi Indonesia di Teheran