PARIS, KOMPAS.com - Penyedia energi utama negara tersebut, Electricite de France (EDF), mematikan sementara tiga reaktor nuklir serta memangkas kapasitas daya operasional di delapan reaktor lainnya pada Minggu (12/7/2026).

Langkah ini terpaksa diambil demi mematuhi regulasi ketat perlindungan lingkungan terkait ambang batas suhu pembuangan air pendingin reaktor ke aliran sungai."Karena kondisi cuaca dan untuk mematuhi peraturan tentang pembuangan (air pendingin). Untuk melindungi lingkungan, reaktor di pembangkit listrik Golfech, Bugey, dan Chooz, yang terletak di tepi sungai Garonne, Rhone, dan Meuse, telah dimatikan," demikian disampaikan grup energi EDF, dikutip dari France24.

Secara teknis, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang menjadi tulang punggung pasokan listrik Perancis sangat bergantung pada pasokan air sungai untuk mendinginkan reaktor mereka.

Air yang telah digunakan tersebut otomatis akan memanas sebelum akhirnya dialirkan kembali ke sungai asal, yakni Sungai Garonne, Rhone, dan Meuse.

Baca juga: Eropa Catat Lonjakan 10.000 Kematian Selama Gelombang Panas Akhir Juni