DALAM diplomasi, tidak semua orang yang berbicara memiliki suara. Suara membutuhkan otoritas.
Otoritas membutuhkan sejarah. Krisis Iran memperlihatkan perbedaan itu dengan tajam.Negara Indonesia memiliki kedutaan, kementerian, protokol, dan mandat resmi.
Megawati Soekarnoputri tidak memegang jabatan eksekutif.
Akan tetapi, dalam momen wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, Iran tampak lebih mudah menangkap bahasa sejarah yang dibawa Megawati daripada bahasa prosedural yang keluar dari kanal negara.
Pada 2 Juli 2026, pemerintah Indonesia menjelaskan bahwa Duta Besar RI di Teheran tidak memperoleh akses ke area persemayaman Khamenei.












