DALAM politik, wafatnya seorang pemimpin sering kali tidak menandai berakhirnya pengaruh kekuasaan.

Sebaliknya, peninggalan justru dapat menjadi momentum ketika warisan politik, identitas kolektif, dan legitimasi sebuah rezim dipertaruhkan.Karena itu, pemakaman seorang pemimpin negara bukan sekadar ritual penghormatan terakhir, melainkan juga peristiwa politik yang sarat simbol dan pesan.

Sejarah menunjukkan, pemakaman tokoh-tokoh besar kerap menjadi arena pembentukan memori politik.

Pemakaman Gamal Abdel Nasser di Mesir pada 1970 memperlihatkan besarnya daya tarik pan-Arabisme di dunia Arab.

Pemakaman Ayatollah Khomeini pada 1989 menjadi simbol konsolidasi Revolusi Islam Iran.