TIDAK banyak pemakaman pemimpin dunia yang mampu mengubah sebuah upacara duka menjadi panggung komunikasi politik berskala internasional. Itulah yang tampak dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei, di Teheran.
Ribuan hingga jutaan warga memenuhi jalan-jalan ibu kota, sementara delegasi dari berbagai negara datang memberikan penghormatan terakhir.Upacara berlangsung khidmat, tertib, sekaligus memperlihatkan kemampuan negara mengelola simbol, emosi publik, dan pesan diplomatik dalam satu peristiwa.
Bagi sebagian masyarakat Iran, penghormatan itu merupakan ungkapan terima kasih kepada seorang pemimpin yang selama puluhan tahun dipersepsikan konsisten mempertahankan kedaulatan Iran.
Ia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina di tengah tekanan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam sejarah modern, prosesi semacam ini bukanlah sesuatu yang baru. Pemakaman Imam Ruhollah Khomeini pada 1989, menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah kontemporer, dengan jutaan pelayat memadati Teheran.













