Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengandalkan sistem administrasi perpajakan inti atau Coretax serta memantau kinerja setiap kantor pajak untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Hal ini disampaikan Purbaya usai memperkirakan penerimaan negara dari pajak serta kepabeanan dan cukai tidak akan capai target hingga 2026.Purbaya mengakui sistem Coretax masih mengalami kendala. Pihaknya pun terus memperbaiki, termasuk antarmuka (interface) yang dinilai membuat Coretax menjadi lambat."Coretax kita perbaiki lagi, sudah bagus tapi kan kemarin buat interface jadi lambat lagi. Kita betulin lagi," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Selain mengandalkan Coretax, Purbaya juga akan memantau kinerja setiap kantor pajak. Bahkan ia akan menindak tegas terhadap jajaran pegawai di kantor pajak yang mempunyai kinerja lambat. Purbaya tak segan merumahkan pegawai yang dinilai tidak mampu bekerja maksimal."Nanti kalau ada yang kelihatan terlalu lambat atau ada pengaduan masyarakat di tempat itu, kita akan cepat bertindak. Kan sekarang saya boleh merumahkan orang, saya akan merumahkan kalau mereka nggak kerja dengan bagus," beber Purbaya.Kendati begitu, Purbaya mengakui saat ini rata-rata kinerja pegawai pajak sudah lebih baik. Namun, ia tidak akan segan jika menemukan pegawai pajak dengan kinerja tidak efisien."Rata-rata sekarang sudah lebih baik, cuma tetap saja kalau ada yang tidak efisien atau agak balel kita beresin," imbuh ia.Dalam outlook postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, tercatat outlook penerimaan pajak sampai akhir 2026 hanya mencapai Rp 2.310,8 triliun atau 98% dari target APBN Rp 2.357,7 triliun, sedangkan outlook kepabeanan dan cukai mencapai Rp 320,6 triliun atau 95,4% dari target APBN Rp 336 triliun. Meski demikian, angkanya masih tumbuh jika dibandingkan tahun lalu."Pajak Rp 2.310,8 triliun tumbuh 20,5% yoy, serta kepabeanan dan cukai Rp 320,6 triliun tumbuh 6,8%" kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2025).Simak juga Video 'Purbaya Ogah Lokasi Pusat Keuangan Internasional di IKN: Terlalu Sepi':