Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan negara dari pajak serta kepabeanan dan cukai tidak akan mencapai target hingga 2026. Hal itu tertuang dalam outlook postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.Tercatat outlook penerimaan pajak sampai akhir 2026 hanya mencapai Rp 2.310,8 triliun atau 98% dari target APBN Rp 2.357,7 triliun, sedangkan outlook kepabeanan dan cukai mencapai Rp 320,6 triliun atau 95,4% dari target APBN Rp 336 triliun. Meski demikian, angkanya masih tumbuh jika dibandingkan tahun lalu."Pajak Rp 2.310,8 triliun tumbuh 20,5% yoy, serta kepabeanan dan cukai Rp 320,6 triliun tumbuh 6,8%" kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2025).
Purbaya mengatakan pihaknya akan menjaga penerimaan sehingga realisasinya diharapkan bisa lebih baik. Ia berharap kondisi ekonomi dan reformasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) bisa berjalan sesuai prediksi sehingga penerimaan keduanya bisa meningkat."Saya yakin dengan efisiensi pegawai pajak, perbaikan Coretax dan perbaikan prosedur, kita bisa mencapai itu tanpa menaikkan tarif pajaknya atau menciptakan pajak baru," ucap Purbaya.Secara keseluruhan outlook pendapatan negara 2026 sebenarnya naik menjadi Rp 3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN Rp 3.153,6 triliun. Kenaikan itu diharapkan bisa didapat dari pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diperkirakan mencapai Rp 575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN Rp 459,2 triliun.Di sisi lain, belanja negara sampai akhir tahun diproyeksi mencapai Rp 3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu APBN Rp 3.842,7 triliun. Dengan demikian defisit APBN 2026 diperkirakan melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau setara 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dari target sebelumnya Rp 689,1 triliun atau 2,68% PDB."Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp 734,3 triliun dengan persentase sebesar 2,85% terhadap PDB. Dengan demikian outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp 734,3 triliun," kata Purbaya.Simak juga video 'Ramai Lapor Pajak 'Kurang Bayar', Purbaya: Karena Coretax Itu Jago':








