Jakarta - Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menaungi Tokopedia. Dari informasi yang beredar, e-commerce yang identik dengan warrna hijau itu baru saja memangkas hingga 90% karyawannya.Manajemen TikTok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia sejak akhir tahun 2023, mengakui sedang melakukan penyelarasan organisasi, khususnya untuk riset dan pengembangan (R&D) di Tokopedia. Sayang TikTok tidak membuka berapa jumlah karyawan yang kena PHK."Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok dalam pernyataannya kepada detikcom, dikutip Jumat (3/7/2026).

Ini bukan kali pertama Tokopedia diterpa isu PHK massal. Sejak 75% saham perusahaan diakuisisi TikTok pada akhir 2023 lalu, e-commerce yang telah berusia 17 tahun itu sudah melakukan efisiensi pegawai besar-besaran setiap tahun. Berikut ini ulasannya:6 Bulan Setelah Diakuisisi TikTokPerusahaan induk TikTok yakni Bytedance, melakukan PHK terhadap 450 karyawan Tokopedia sekitar bulan Juni 2024. Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia Nuraini Razak kala itu menjelaskan bahwa tujuan PHK demi memperkuat dan menyelaraskan perusahaan."Menyusul penggabungan TikTok dengan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh," kata Razak pada Jumat (14/6/2024) silam.Menurut laporan Bloomberg, saat itu ByteDance tampaknya sedang berupaya mengurangi biaya setelah merogoh kocek US$ 1,5 miliar untuk menggabungkan TikTok Shop dengan Tokopedia.PHK Massal Gegara Terlalu 'Gemuk'Tokopedia dilaporkan melakukan PHK massal pada pertengahan tahun 2025. Pada Agustus tahun lalu, disebutkan 240 orang dipangkas. Sementara itu, pada bulan Juli di tahun yang sama, Tokopedia juga sudah lebih dulu melakukan PHK terhadap 180 karyawan.Artinya total karyawan yang kena PHK mencapai 420 orang. Berdasarkan sumber detikcom, divisi yang terdampak termasuk teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang. Bahkan untuk tim teknis yang masih tersisa mesti 'pindah' ke mainland China.Dalam arti sudah berada di bawah koordinasi TikTok China. Sang sumber menambahkan, progres PHK karyawan Tokopedia ini masih akan berlangsung hingga akhir tahun dimana ini menjadi target sampai integrasi sistem rampung. Kemungkinan tim Tokopedia yang ada di Indonesia mayoritas akan fokus diisi oleh tim bisnis dan marketing saja. Khususnya tim teknis akan dioper ke China.Terlalu 'gemuk' Itulah alasan yang didengar sumber detikFinance terkait alasan TikTok mengambil kebijakan PHK. 'Gemuk' di sini tentu bukan soal berat badan, melainkan jumlah karyawan Tokopedia yang dianggap terlalu banyak, terlebih jika ditambah dengan tim dari TikTok Shop yang pada akhirnya bergerak di sektor bisnis sama, e-commerce."Intinya dari TikTok bilang kalau karyawan Tokopedia tuh 'gemuk' banget. Jadi harus dipangkas jadi ratusan (karyawan) saja," ujar sang sumber kala itu.PHK 90% Karyawan Tahun 2026Media sosial kembali diramaikan dengan isu PHK massal Tokopedia pada awal Juli 2026.Akun Instagram@ecommurz menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK di Tokopedia dan hanya akan menyisakan sekitar 10% karyawan di awal Juli 2026 ini.Dikonfirmasi soal kabar PHK massal, TikTok menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan."Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok kepada detikcom.