AKUISISI jaringan restoran Bakmi GM oleh Djarum Group bukan hanya sekadar bentuk transaksi korporasi yang bernilai besar.
Di balik kesepakatan tersebut tersimpan pesan yang jauh lebih penting mengenai arah strategi bisnis konglomerasi Indonesia di tengah gambaran perubahan ekonomi nasional maupun global.Ketika sebagian perusahaan masih berupaya memperkuat bisnis inti, Djarum justru memperluas portofolionya ke sektor yang sama sekali berbeda.
Langkah ini pasti menjadi pertanyaan mendasar di benak Masyarakat, mengapa perusahaan yang selama ini identik dengan industri hasil tembakau justru memilih masuk ke bisnis restoran?
Jawabannya tidak terletak pada semangkuk mi ayam atau pangsit yang menjadi ikon Bakmi GM, melainkan pada cara pandang sebuah konglomerasi dalam mengelola risiko, aset, dan peluang pertumbuhan jangka panjang.
Dalam literatur manajemen strategi, langkah seperti ini dikenal sebagai conglomerate diversification.






