DI TENGAH berkembangnya bisnis kuliner Indonesia, bagi pengusaha untuk mempertahankan relevansi jauh lebih sulit dibanding sekadar membuka gerai baru.
Banyak merek makanan tumbuh cepat karena viralitas media sosial. Namun, tidak sedikit yang kemudian kehilangan momentum ketika tren berubah akibat perilaku konsumen yang bergerak semakin dinamis.
Dalam konteks tersebut, perjalanan Bakso Boedjangan menjadi menarik untuk dibahas.Sejak hadir pada 2015 di bawah naungan CRP Group, Bakso Boedjangan berhasil mengubah persepsi konsumen terkait citra bakso dari sekadar makanan rakyat menjadi pengalaman kuliner urban yang dekat dengan anak muda.
Strategi diferensiasi melalui produk bakso isi keju, bakso pedas, hingga konsep outlet modern menjadi kekuatan utama yang membuat merek ini cepat berkembang.
Industri makanan dan minuman saat ini tidak lagi bertumpu hanya pada produk yang ditawarkan. Konsumen modern selain membeli produk yang ditawarkan juga membeli pengalaman, atmosfer, kenyamanan, bahkan identitas sosial dari brand produk tersebut.















