KOMPAS.com - Jauh dari medan perang Ukraina, drone memaksa negara-negara Eropa untuk mengubah cara berpikir mereka tentang pertahanan nasional.
Pasalnya, beberapa drone dilaporkan terbang di atas aset militer sejumlah negara Eropa, seperti Perancis, Denmark, dan Belanda.Terlepas dari provokasi berulang kali, negara anggota NATO tampaknya kurang siap menghadapi era drone baru, karena Rusia menguji pertahanan mereka.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Dikepung Drone, FBI Sita Lebih dari 500 Unit
Menurut laporan baru yang dirilis pada Kamis (2/7/2026) oleh International Institute for Strategic Studies, tercatat ada sedikitnya 144 insiden penerbangan drone mencurigakan di belasan negara Eropa sepanjang periode Agustus 2024 hingga Februari 2026.
Dikutip dari New York Times, insiden ini bukan melibatkan quadcopter yang dibeli di toko dan dioperasikan oleh para penghobi atau drone Ukraina yang mengalami kerusakan dan memasuki wilayah udara NATO.











