Driver Keluhkan Tarif Customer Ikut Turun meski Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan tarif yang dibayarkan pelanggan ikut turun meski potongan aplikasi resmi dipangkas menjadi 8 persen mulai Rabu (1/7/2026).
Akibatnya, mereka menilai kebijakan penurunan potongan tersebut belum efektif meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Salah satu pengemudi ojol, Silaban (38), mengatakan pendapatannya nyaris tidak berubah karena penurunan potongan dibarengi dengan penurunan tarif yang dibayar pelanggan.










