Teheran -
Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.Peringatan ini dilontarkan setelah sejumlah kapal melintasi koridor pelayaran Selat Hormuz di dekat pantai Oman, daripada melewati rute di dekat pantai Iran.Iran merasa geram dengan pengumuman Oman, pekan lalu, mengenai rute alternatif untuk melintasi Selat Hormuz, dengan menyusuri garis pantai Oman. Rute tersebut, menurut otoritas Oman, ditetapkan bersama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
"Setiap upaya untuk mengadopsi aturan baru atau terpisah dibandingkan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Republik Islam Iran, hanya akan menyebabkan situasi yang lebih rumit dan penundaan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, dan akan meningkatkan ketegangan," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberi peringatan, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2026). Iran terus bersikeras bahwa mereka yang mengendalikan lalu lintas di jalur perairan vital tersebut, yang dalam kondisi normal dilalui oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Teheran tidak memiliki kendali semacam itu sebelum perang pecah.Saat ini Iran menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz haruslah melewati koridor di dekat pantainya. Meskipun pekan lalu, puluhan kapal telah berlayar di sisi seberang jalur perairan tersebut, di dekat pantai Oman.Situasi tersebut memicu aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada akhir pekan, yang mengancam gencatan senjata yang rapuh untuk kawasan Timur Tengah. Awal pekan ini, kedua negara sepakat untuk berhenti saling menyerang dan menggelar dialog membahas sengketa Selat Hormuz.















