TEHERAN, KOMPAS.com - Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).

Kebijakan ini mengharuskan kapal untuk berkoordinasi dan mendapatkan izin dari otoritas tersebut sebelum melintasi jalur air strategis tersebut.Di pintu masuk timur selat, zona tersebut membentang dari Kuh Mobarak di Iran hingga selatan Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA).

Kemudian di pintu masih barat, membentang dari ujung Pulau Qeshm di Iran hingga Umm al-Quwain di UEA.

Baca juga: Iran Kini Incar Kabel Optik di Selat Hormuz, Apa yang Perlu Diketahui?

"Garis yang menghubungkan Kuh Mobarak di Iran dan selatan Fujairah di UEA di sebelah timur selat hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm al-Qaiwain di UEA di sebelah barat selat," demikian pernyataan PGSA di X, dilansir CBS News, Kamis (21/5/2026).