Jakarta - Platform PaDi UMKM yang dikelola oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan dikembangkan menjadi marketplace nasional. Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan platform tersebut tetap dikenakan biaya layanan, tapi tidak membebankan pelaku usaha.Maman mengatakan biaya layanan tetap dibutuhkan karena untuk menjaga keberlangsungan operasional platform."Memang secara dari aspek komersial tetap harus ada, cuman mungkin angkanya, ini untuk sustainability teman-teman yang memang menjalankan operasionalisasi PaDi UMKM," ujar Maman usai acara Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Meskipun tetap biaya layanan tetap ada, Maman menjamin angkanya tidak akan memberatkan pelaku usaha. Sebab, prinsip platform digital tersebut untuk memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing serta memfasilitasi UMKM untuk bisa berjualan."Jadi tentunya dari segi price, akan sangat rasional dan tidak membebani lah. Kurang lebih begitu. Kurang lebih narasinya tidak membebani. Tetapi ini semua untuk kebutuhan operasionalisasi yang menjalankan platformnya ataupun marketplace-nya," beber Maman.Hingga saat ini, proses integrasi antarsistem PaDi UMKM secara teknis hampir rampung. Maman menyebut proses tersebut seharusnya sudah selesai pada pekan ini.Kendati begitu, Maman menilai kesiapan platform e-commerce marketplace tidak hanya secara teknis, tapi juga pembentukan ekosistem."Jadi tentunya, kalau nanti mau melihat efektivitas marketplace ini, nggak bisa dilihat sekarang, tentunya nanti kita lihatnya di tahun depan. Karena kan sekarang kan program ini baru mulai berjalan, integrasi antar institusi juga lagi mulai berjalan, sosialisasi dari Kementerian UMKM juga terus mendorong semua pengusaha mikro, kecil menengah masuk onboarding di Sapa UMKM," imbuh ia.Sebelumnya, platform PaDi UMKM yang dikelola oleh Telkom Indonesia akan dikembangkan menjadi marketplace nasional. Hal ini sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar negara mempunyai marketplace nasional sendiri.Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan saat ini pihaknya memang tengah berdiskusi dengan BPI Danantara terkait pengembangan platform PaDi UMKM menjadi platform e-commerce dengan cakupan yang lebih luas.Dia mengatakan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan Danantara, Padi UMKM dinilai menjadi kandidat utama sebagai marketplace nasional."Jadi sudah kita lakukan diskusi beberapa kali Pak dengan Danantara, baik dengan CTO Danantara Pak Sigit. Jadi rencana ini sudah makin mengerucut, karena ini juga aspirasi Presiden. Jadi Presiden sendiri yang menginginkan punya marketplace nasional," ujar Faizal dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2026).