SEMARANG, KOMPAS.com — Mengenakan toga dan menerima ijazah menjadi momen yang dinanti banyak mahasiswa. Gelar sarjana sering dipandang sebagai tiket menuju pekerjaan yang lebih baik.
Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak lulusan perguruan tinggi harus menghadapi proses panjang sebelum memperoleh pekerjaan, bahkan tidak sedikit yang akhirnya bekerja di luar bidang studi atau menerima pekerjaan apa pun demi tetap memiliki penghasilan.Pengalaman itu dialami Ade Shaila Ananda, lulusan 2024 yang kini bekerja sebagai karyawan swasta di Semarang.
Sebelum mendapatkan pekerjaan tetap, ia harus melewati masa pencarian kerja selama sekitar lima bulan dengan mengirim puluhan lamaran ke berbagai perusahaan.
Baca juga: Sudah Sarjana tapi Kerjaan Belum Dapat Saat Ibu Temani Anaknya Berburu Kerja











