MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Masalah ini muncul setelah serangkaian serangan dari Ukraina menghantam fasilitas infrastruktur energi Rusia dalam perang yang kini telah memasuki tahun keempat.Meski demikian, Putin menegaskan bahwa situasi tersebut masih berada di bawah kendali pemerintah.
Baca juga: Bomber China dan Rusia Terbang di Atas Laut Jepang, Tokyo dan Seoul Kerahkan Jet Tempur
"Mengenai serangan terhadap infrastruktur penting pada umumnya, dan infrastruktur energi pada khususnya, tentu saja serangan terhadap fasilitas infrastruktur kami ini menimbulkan masalah, itu sudah jelas," ujar Putin dalam sebuah wawancara yang dirilis oleh Kremlin, Minggu (28/6/2026).
"Saat ini kita mengamati adanya kelangkaan tertentu, tetapi situasi ini tidak kritikal," lanjutnya, sebagaimana dilansir AFP.
















