MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menyatakan bahwa negaranya siap menggelar perundingan damai setelah serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia memicu kelangkaan bahan bakar.
Pernyataan itu disampaikan ketika serangan terhadap kilang minyak Rusia terus meningkat sepanjang 2026, menurut laporan Sky News, Selasa (23/6/2026).Menurut Putin, Rusia siap melanjutkan negosiasi berdasarkan kesepakatan yang pernah dicapai dalam pembicaraan di Istanbul pada 2022.
Baca juga: Diembargo Barat, Putin Pilih Merapat ke ASEAN
Ia menegaskan tidak melihat alasan bagi Moskwa untuk meninggalkan kesepakatan tersebut.
Putin salahkan serangan Ukraina
















