LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi pemimpin Partai Buruh.

Dengan pengumuman tersebut, Starmer secara otomatis akan meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris karena Partai Buruh memegang mayoritas di Parlemen.Meski mundur dari jabatan ketua partai, Starmer memastikan akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris hingga penggantinya resmi ditetapkan.

Baca juga: Deretan Masalah yang Paksa PM Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatan

Desakan agar Starmer mundur sebenarnya sudah lama bergulir.

Elektabilitas Partai Buruh yang terus merosot, ditambah rangkaian kontroversi terkait keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) tahun lalu, membuat posisinya semakin terjepit.