Penulis: Felicia Salvina/DW Indonesia

KOMPAS.com - Sebanyak hampir 80 anggota Parlemen Partai Buruh mendesak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk meletakkan jabatan dan pensiun dini dari Downing Street 10.Sejumlah laporan media juga menyebut beberapa menteri kabinet telah meminta Starmer untuk menetapkan tanggal pengunduran diri. Permintaan ini mulai ramai dilontarkan setelah kekalahan telak Partai Buruh dalam pemilihan komunal.

Meski menang telak dalam pemilu Juli 2024, popularitas Partai Buruh kini menurun secara signifikan. Starmer menjadi sasaran utama kritik.

Penurunan ini diyakini dipicu oleh berbagai faktor, seperti minimnya visi politik, kondisi ekonomi Inggris yang melemah, dan kontroversi terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS). Sebab, Mandelson sebelumnya memiliki hubungan dengan kasus Jeffrey Epstein.

Namun, di tengah tekanan tersebut, Starmer menegaskan akan tetap bertahan. Sebab menurutnya, pergantian kepemimpinan dapat membuat negara kacau.