LONDON, KOMPAS.com - Kurang dari dua tahun setelah meraih salah satu kemenangan pemilu terbesar dalam sejarah UK, Sir Keir Starmer dipaksa mundur dari jabatan perdana menteri UK oleh partainya sendiri.

Dia mendapat suara mayoritas warga dengan menjanjikan kepemimpinan yang pasti dan mantap ketika situasi politik semakin kacau.Namun popularitasnya dengan cepat merosot, dan ia menghadapi tekanan untuk mundur setelah hasil pemilu yang buruk di Inggris, Skotlandia, dan Wales pada Mei.

Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Dapat Tekanan Internal

"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer, seraya menetapkan jadwal yang memungkinkan pemerintahan baru terbentuk sebelum parlemen kembali bersidang pada September mendatang.

Sir Keir mengakui partainya mempertanyakan apakah ia adalah orang yang tepat untuk memimpin menuju pemilu berikutnya.