BANGKALAN, KOMPAS.com — Persiapan lokasi penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, disebut telah dimatangkan.

Namun, Dzurriyah Syaikhona Kholil mempertanyakan ketidakpastian pelaksanaan acara yang hingga kini masih disebut bersifat situasional.

Pertanyaan itu muncul setelah Ketua Panitia Munas NU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, lokasi penutupan masih bergantung pada kepastian kehadiran Presiden Prabowo Subianto.“Gus Ipul bilang jika presiden hadir, agenda penutupan dilaksanakan di Bangkalan, sebaliknya jika jadwal presiden tidak memungkinkan hadir akan dilaksanakan di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri. Apa maksud pernyataan Gus Ipul, kenapa ada embel-embel itu,” kata salah satu Dzurriyah Syaikhona Kholil, RKH Imron Amin, Minggu (21/6/2026).

Baca juga: Penutupan Munas NU di Bangkalan Bakal Dihadiri Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan

Persiapan Penutupan Disebut Sudah Matang