JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta memprotes tindakan aparat kepolisian yang memasuki Kantor Sekretariat GMNI Jakarta Selatan, Pancoran, saat mengejar anggota mereka usai pembubaran demo di SPBU Pancoran pada Jumat (12/6/2026).

Sekretaris Daerah GMNI DKI Jakarta, Ahmad Fakhir, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penggerebekan terhadap kantor sekretariat mereka.

Fakhir menjelaskan, sebelum insiden itu terjadi, sejumlah kader GMNI menggelar aksi protes di Jalan Raya Pasar Minggu, tepat di sekitar kantor sekretariat mereka. Aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian.Baca juga: Ketua RW di Cilincing Jakut Dilaporkan Aniaya 5 Anak, Kronologi Berawal dari Teguran Malam Hari

Sebagai bentuk kekecewaan, massa aksi kemudian membakar ban. Namun, petugas kepolisian yang berjaga di lokasi berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

“Di situ anak-anak membakar ban sebagai kekecewaan, lalu polisi ingin memadamkan dan terjadi adu cekcok,” jelas Fakhir saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (16/6/2026).