Jakarta - Dua kapal tanker Pertamina,yaitu Gamsunoro dan Pride, tak bisa melintas Selat Hormuz yang tertutup sejak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berkecamuk. Kini secercah harapan dimiliki dua kapal tersebut, Selat Hormuz bakal dibuka setelah AS dan Iran sepakat berdamai.VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron buka suara soal nasib dua kapal tanker yang masih terjebak dan belum bisa melewati Selat Hormuz tersebut. Baron mengatakan posisi kedua kapal tanker tersebut saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum bisa bergerak melewati Selat Hormuz. Saat ini fokus Pertamina ialah terkait keselamatan kru kapal.
"Saat ini kapal masih berada di kawasan Teluk Arab. Pertamina tetap mengedepankan keselamatan kru dan operasional kapal," ujar Baron saat dihubungi detikcom, Jumat (19/6/2026).Pertamina, kata Baron, menyambut positif perkembangan yang mengarah pada kesepakatan damai antara para pihak yang dapat mendukung stabilitas kawasan serta kelancaran jalur pelayaran internasional Selat Hormuz. Diketahui selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi strategis dunia.Baron menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah, serta otoritas setempat guna memastikan keamanan dan kesiapan operasional kapal tanker untuk melintas."Pertamina melalui Pertamina International Shipping terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI dan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kesiapan operasional perjalanan kapal tanker bila jalur telah terbuka," ujar Baron.















