JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto terkena lemparan batu dari massa yang menolak eksekusi Hotel Sultan saat kericuhan terjadi sebelum pelaksanaan eksekusi pada Kamis (18/6/2026) kemarin.
Bambang menceritakan, peristiwa itu terjadi setelah ia berdialog dengan Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen yang berdiri di jajaran massa penolak eksekusi Hotel Sultan di halaman hotel tersebut."Kemarin itu ketika Pak Kivlan nyegat (mencegat) petugas di depan pagar, saya maju ke depan menemui beliau, karena minta dialog," ujar Bambang kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Massa Bayaran di Balik Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Ditangkap
Saat itu, Bambang sempat mendengarkan Kivlan Zen berbicara.
Lalu, ia menjelaskan kepada Kivlan bahwa eksekusi Hotel Sultan sudah berdasarkan penetapan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.








