LOS ANGELES, KOMPAS.com - Penerapan aturan hydration break (jeda minum) di setiap pertandingan Piala Dunia 2026 kini memicu polemik.

Para kritikus mempertanyakan motif di balik kebijakan ini, apakah murni demi kesejahteraan pemain atau justru demi kepentingan komersial.

Berbeda dengan turnamen terdahulu ketika cooling break jeda pendinginan hanya diterapkan secara terbatas saat cuaca ekstrem, kini permainan wajib berhenti dua kali di setiap laga—tepatnya pada menit ke-22 dan ke-67—selama tiga menit. Aturan ini berlaku di seluruh 104 pertandingan tanpa memedulikan kondisi cuaca setempat.Baca juga: Nelangsanya Timnas Iran, Baru Kelar Main Langsung Diusir dari AS

FIFA mengeklaim langkah universal ini diambil demi menjaga konsistensi di semua venue, sekaligus menghindari perdebatan kasus per kasus.

Kebijakan ini juga berkaca pada keluhan para pemain dan pelatih terkait panas dan kelelahan yang "berbahaya" pada turnamen sebelumnya di Amerika Serikat, termasuk Piala Dunia Klub 2025 yang diperluas.