BEIJING, KOMPAS.com - Bayang-bayang perang dagang berskala besar kini menghantui hubungan antara Uni Eropa dan China.
Pembengkakan defisit perdagangan yang dialami Uni Eropa memicu Brussel untuk mengambil serangkaian langkah protektif, situasi yang dinilai kian memperlebar keretakan ekonomi kedua belah pihak.Di sisi lain, Beijing terus menyuarakan seruan dialog, namun di saat yang sama melempar peringatan keras bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan siap meluncurkan aksi balasan terhadap segala kebijakan proteksionisme Eropa.
Menjelang berkumpulnya para pemimpin Eropa dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Kamis (18/6/2026) besok, ketegangan ekonomi ini diprediksi menjadi salah satu agenda utama yang paling disorot.
Lantas, apa saja yang perlu diketahui soal potensi perang dagang Uni Eropa-China?
Baca juga: Lawan China, AS Siapkan Gudang Senjata Raksasa di Dekat Indonesia














