Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan pagu indikatif anggaran sebesar Rp 270 triliun pada 2027. Hal ini disampaikan perempuan yang akrab disapa Arumsari usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR yang digelar secara tertutup."Saya menyampaikan bahwa itu proses yang biasa ya, menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas, untuk 2027 sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp270.201.499.678 itu untuk penerima manfaat 81,5 juta itu 2027," ujar Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).Namun, angka tersebut belum final. Sebab, BGN akan menyisir ulang anggaran tersebut agar lebih tepat sasaran. Selama sisa tahun 2026, BGN akan terus melakukan langkah perbaikan tata kelola, termasuk refocusing penerima manfaat.

BGN membuka masukan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan para pakar. Arumsari mencontohkan anak-anak SMA dari kalangan mampu berpotensi tidak akan lagi masuk dalam daftar penerima program MBG.Langkah ini diklaim dapat memangkas sekitar 8 juta penerima manfaat. Namun, Agustina bisa memastikan besaran angka anggaran yang akan diefesiensikan karena belum dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas."Nah kami meng-exercise lagi berapa sih kira-kira yang bisa kita efisienkan lagi. Sementara memang sekali lagi ini belum final, karena belum dibahas. Tapi kami masih akan terus membahas lah. Jadi kalau kita menggunakan angka-angka penerima manfaat menurut RPJMN. Nah itu kami exercise berapa nilainya menurut RPJMN 2027 berapa nilainya itu sedang kami exercise. Tapi tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus," jelas Agustina.