BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui kesalahan pemerintah setelah muncul protes dari orangtua murid yang anaknya terancam tidak mendapatkan kursi di SMA/SMK negeri dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Pengakuan itu disampaikan Dedi menyusul viralnya aksi orangtua siswa yang mengamuk di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat karena khawatir anaknya tidak terpetakan ke sekolah negeri.Menurut Dedi, kemarahan para orangtua bukanlah kesalahan warga. Ia menilai persoalan ini merupakan tanggung jawab pemerintah.
"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," ujar Dedi, dikutip dari Antara Jabar, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Bertemu Dedi Mulyadi, Raffi Ahmad Jelaskan Kronologi Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo
Dedi Sebut Pemerintah Belum Mampu Menampung Semua Siswa













