JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang digadang-gadang menjadi salah satu program andalan pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, muncul keresahan dari kalangan konsultan arsitek yang terlibat dalam tahap perencanaan.
Sejumlah konsultan mengaku belum menerima pembayaran jasa desain yang mereka kerjakan sejak akhir 2025.
Keluhan itu terungkap dan mencuat melalui unggahan seorang konsultan perencana, di platform media sosial Threads. Konsultan ini mengaku diminta menyusun desain Sekolah Rakyat dalam waktu singkat karena proyek tersebut disebut sebagai program prioritas yang mendapat perhatian langsung pemerintah pusat.
"kmrn nonton youtube Prof. Mahfud MD ttg proyek Sekolah Rakyat. Proyek sekolah rakyat itu jahat. Gue salah satu konsultan perencana yg diminta secara buru2 mendesain SR dgn alasan komando lgsg dr presiden saat meeting dgn Pak Mensos, Kemenpu dan PPK. Output desain diminta sblm 2025 berakhir dgn alasan dr PU pusat anggaran yg digunakan adlh thn 2025 dan sdh dipastikan cair sblm 2026 tp sampai sekarang kami blm dibayar sepeserpun sesuai janji Satker. Sudah terlambat 6 bulan dan blm ada tanda2 dibyr," tulisnya, dikutip Kompas.com, Rabu (17/6/2026).















