Washington DC -

Sebanyak 22 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa, bersama-sama menyerukan Iran untuk menghentikan serangan terhadap orang-orang " di tanah kami". Seruan itu mengecam Teheran dalam upaya mengintimidasi, menculik, hingga membunuh orang-orang di berbagai negara.Dalam pernyataan gabungan yang dirilis 21 negara itu, seperti dilansir AFP, Kamis (11/6/2026), Dinas Keamanan Iran dikecam karena menggunakan apa yang mereka sebut sebagai "geng kriminal internasional dan lokal yang tercela" untuk berbagai plot di Eropa, Amerika Utara, dan Australia."Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang orang-orang di tanah kami, merusak kedaulatan nasional dan norma-norma internasional. Tindakan-tindakan ini harus segera dihentikan," demikian bunyi pernyataan gabungan 21 negara tersebut.

Pernyataan gabungan ini dirilis oleh Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan AS. Disebutkan dalam pernyataan gabungan itu bahwa dinas intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang operasi luar negerinya, Pasukan Quds, telah terlibat dalam "perencanaan mematikan dan tindakan jahat" terhadap para pembangkang Iran, jurnalis, dan komunitas serta kepentingan Yahudi dan Israel."Kami bersatu dalam tekad kami untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman-ancaman ini. Republik Islam Iran harus menghentikan tindakan-tindakan ini sekarang," tegas pernyataan gabungan tersebut.Negara-negara tersebut juga menuduh Iran berada di balik serangkaian serangan di berbagai negara Eropa yang menargetkan komunitas Yahudi, jurnalis Iran dan AS yang diklaim oleh kelompok terkait Teheran, Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI).