PURWOREJO, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengubah arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.

Jika sepanjang 2025 pemerintah berfokus pada percepatan pembentukan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, tahun ini perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dan tata kelola program.Perubahan fokus tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, saat rapat koordinasi pengelolaan MBG di Kabupaten Purworejo pada Senin (8/6/2026).

Menurut Harsono, fase percepatan pembangunan dapur MBG yang menjadi prioritas pada tahun pertama pelaksanaan program dinilai telah menghasilkan capaian yang signifikan. Karena itu, pemerintah kini mulai beralih pada upaya memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Baca juga: 13 Dapur MBG di Purworejo Di-suspend, BGN Ungkap Alasan Penutupan

"Kalau tahun 2025 temanya adalah percepatan, maka tahun 2026 temanya adalah kualitas. Yang ingin kita bangun sekarang bukan hanya jumlah dapurnya, tetapi bagaimana layanan yang diberikan benar-benar berkualitas," kata Harsono saat rapat koordinasi Program MBG di Purworejo, Senin.