TEHERAN, KOMPAS.com - "Perlu Anda ketahui bahwa rezim yang dibenci ini [Israel] berada di jalur menuju kehancuran. Dengan kehendak Tuhan, rezim ini akan runtuh dan tidak ada faktor yang dapat menyelamatkannya. Rezim ini telah mencapai akhir perjalanannya dan akan segera dihapus dari peta geografis."
Selama bertahun-tahun, pernyataan seperti ini menjadikan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, sebagai salah satu tokoh anti-Israel paling dikenal di dunia.Dia menyangkal Holocaust, menyamakan Israel dengan "sel kanker", dan membela pengembangan program nuklir Iran meskipun menghadapi sanksi, sikap yang membuat para pejabat Israel kerap merujuknya ketika menjelaskan mengapa mereka meyakini Iran merupakan ancaman nyata.
Ahmadinejad kembali jadi sorotan setelah the New York Times melaporkan Amerika Serikat dan Israel punya "perencanaan pascaperang" yang melibatkan pria tersebut.
Baca juga: Iran Beri China-Rusia Hak Istimewa di Selat Hormuz, Dapat Perlakuan Khusus
Dalam perencanaan itu, mereka mempertimbangkan opsi Ahmadinejad memisahkan diri dari struktur keamanan Iran dan muncul sebagai calon pemimpin Iran di masa depan.







