KETIKA kabar bahwa Mahmoud Ahmadinejad disebut-sebut masuk dalam skenario Amerika Serikat dan Israel untuk memimpin Iran pascakepemimpinan religius mencuat, banyak orang terkejut sekaligus bingung.

Laporan yang mula-mula diangkat Kompas.com dengan mengutip The New York Times terasa paradoksal.

Bagaimana mungkin sosok yang dulu dikenal sangat anti-Amerika dan anti-Israel justru disebut menjadi bagian dari skenario perubahan rezim yang dibicarakan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu?Baca juga: Terungkap, AS-Israel Ternyata Siapkan Ahmadinejad Gantikan Ali Khamenei

Namun, bila menilik perjalanan politik Ahmadinejad, kabar itu sebenarnya tidak sepenuhnya mengherankan.

Populisme dan Panggung Politik