WASHINGTON, KOMPAS.com - Beberapa hari setelah serangan udara Israel-Amerika Serikat menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada awal perang, Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan harapannya agar "seseorang dari dalam" Iran mengambil alih kekuasaan.
Belakangan, terungkap bahwa AS dan Israel memasuki konflik tersebut dengan satu nama spesifik untuk memimpin rezim baru, yaitu mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.Dikutip dari New York Times, Selasa (19/5/2026), rencana yang disusun intelijen Israel ini awalnya melibatkan komunikasi langsung dengan Ahmadinejad.
Kendati demikian, skenario itu berujung kacau pada hari pertama perang akibat operasi militer yang tidak berjalan sesuai estimasi.
Baca juga: Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Sebut Teheran Kelelahan
Rumah Ahmadinejad di kawasan Narmak, Teheran Timur, justru ikut menjadi sasaran serangan udara Israel.













