BANDUNG, KOMPAS.com - Langkah kaki Wawan Zaelani (44) pagi itu terasa lebih ringan saat menapakkan kaki di peron Stasiun Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Di pundaknya, sebuah tas kain berukuran sedang berisi beberapa sampel pakaian rajut bergelayut santai.

Selama bertahun-tahun, rutinitas pagi Wawan selalu diakrabkan dengan setang motor atau kemudi mobil pribadi, membelah kemacetan jalur lintas Bandung Timur yang kerap menguras energi, bahkan sebelum toko pakaian miliknya di Pasar Baru, Kota Bandung mulai dibuka.Keputusan ekstrem diambil Wawan sekitar setahun lalu, ketika ia memilih menyandangkan kunci kendaraan pribadinya di rumah dan beralih sepenuhnya menjadi pelaju commuter line Bandung Raya.

"Berapa tahun ya pakai kendaraan pribadi, lama lah. Baru setahun ini nih pakai kereta lokal, banyak pertimbangan tapi ternyata lebih menikmati juga saya," ujarnya ditemui Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Napas Lega dari Cicalengka: Saat Commuter Line Tebus Waktu Robby Bekerja dan Bersama Keluarga