KOMPAS.com - Tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menjadi wakil Indonesia di kompetisi regional AI Ready ASEAN Youth Challenge di Singapura, Selasa (19/5/2026) memperkenalkan sistem Noah AI.Tim ini bernama “Iseng Hackaton” yang terdiri dari tiga mahasiswa yakni Ari Aziz, Jason Edward Salim, dan Tiffany Chu. Mereka membuat inovasi “Noah AI”, platform sistem prediksi dan verifikasi banjir terintegrasi berbasis kecerdasan buatan atau AI selama tiga pekan. AI Ready ASEAN Youth Challenge dihadiri menteri dari sejumlah negara ASEAN, termasuk Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia. Sementara presentasi finalis juga disaksikan langsung oleh Presiden Singapura, sebagaimana dilansir situs kampus ITB."Kami merasa punya tanggung jawab besar karena membawa nama Indonesia. Apalagi saat pitching langsung di depan banyak orang termasuk Presiden Singapura menggunakan bahasa Inggris, jadi cukup deg-degan,” ucap Aziz.
AI Ready ASEAN Youth Challenge merupakan kompetisi ideathon tingkat regional dengan visi memberdayakan generasi muda di Asia Tenggara dalam memanfaatkan potensi transformatif kecerdasan buatan (AI) bagi kepentingan sosial. Kompetisi ini dirancang untuk meningkatkan literasi AI, memperkuat kolaborasi regional, serta mendorong lahirnya dampak nyata bagi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.Kesempatan ini didapatkan usai merengkuh juara 1 nasional dari kompetisi yang diadakan oleh ASEAN Foundation, AI Singapore, dan AngelHack. Jason mengatakan pengalaman di Singapura ini membuatnya bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang semakin membuka wawasan tentang teknologi dan kehidupan."Insight yang kami tukar benar-benar meningkatkan pandangan aku tentang dunia luar dan target hidup ke depannya. Pesan dari aku, jangan takut kalah. Dari setiap kekalahan, sebenarnya satu langkah lebih dekat menuju kemenangan. Just enjoy the journey,” ucap Jason.












