KOMPAS.com - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan mahasiswa kini semakin merajalela.

Di satu sisi, teknologi ini berhasil mendongkrak nilai akademik mereka secara drastis. Namun di sisi lain, sebuah studi terbaru justru memberikan peringatan bagi masa depan dunia kerja.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan University of California, Berkeley, maraknya penggunaan AI oleh mahasiswa telah memicu peningkatan nilai di sejumlah universitas.Lewat penelitian tersebut, terungkap mahasiswa kini mendapatkan nilai yang jauh lebih tinggi, tapi esensi pembelajaran dan kemampuan yang mereka serap justru semakin merosot.

Dalam studinya, peneliti senior UC Berkeley, Igor Chirikov, membedah tiga cara utama bagaimana mahasiswa menggunakan AI generatif dalam pengerjaan tugas mereka:

Augmentasi: AI bertindak sebagai asisten pendukung, misalnya untuk membantu riset, sementara sebagian besar pekerjaan tetap diselesaikan oleh mahasiswa.