MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Bustanul Arifin menegaskan kemampuan berbahasa daerah tidak menjadi faktor yang menggugurkan peserta dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Penegasan itu disampaikan menyusul polemik tidak lolosnya siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, ke tingkat pusat.Menurut Bustanul, pertanyaan mengenai bahasa daerah memang menjadi bagian dari tes kepribadian untuk melihat pemahaman peserta terhadap kearifan lokal daerah.
"Jadi tes kepribadian salah satunya adalah melihat kearifan lokal yang bersangkutan namanya juga mewakili daerah, masa salah ketika kita bertanya tahu bahasa daerah tidak," ujar Bustanul dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/5/2026).
"Tetapi, bahasa daerah tau atau tidaknya itu tidak menjadi indikator menggugurkan," tambahnya.
Baca juga: Polemik Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Istana, DPPI Ungkap Kejanggalan













