MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan (Sulsel) Bustanul Arifin menegaskan, proses seleksi calon Paskibraka tingkat nasional berlangsung transparan.
Ia juga memastikan tidak ada unsur diskriminasi seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.Hal tersebut dikatakan Bustanul menanggapi kabar seorang siswi SMAS Cerdas Bangsa, Cathlyn Yvaine, dicoret dari tiga besar calon Paskibraka tingkat nasional yang akan bertugas di Istana.
Beberapa kabar yang beredar di media sosial menyebutkan, Cathlyn tidak lolos karena faktor etnis, kesehatan, dan digantikan oleh peserta lain.
Baca juga: Kisruh Seleksi Paskibraka Istana, Kesbangpol: Siswi yang Dipersoalkan Bukan Peraih Nilai Tertinggi
Menurut Bustanul, informasi yang menyebut adanya pergantian peserta atau penghapusan nama tertentu tidak benar karena hingga saat itu belum pernah ada pengumuman resmi hasil akhir seleksi.













