MAKASSAR, KOMPAS.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan (Sulsel) Bustanul Arifin merasa pihaknya dihakimi netizen sebelum memberikan penjelasan soal polemik seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Hal tersebut dikatakan Bustanul saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (2/6/2026).DPRD Sulsel menggelar RDP setelah Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar, dikabarkan dicoret dari tiga besar calon Paskibraka yang akan bertugas di Istana lalu digantikan oleh peserta lain yang berada di luar 10 besar.
Baca juga: Siswi Makassar Dicoret Jadi Calon Paskibraka Istana: Wali Kota Pertanyakan Hasil, Kesbangpol Bantah Diskriminasi
“Sebenarnya kami berharap RDP ini bisa terlaksana lebih awal. Mengingat beberapa minggu terakhir ini kami dihakimi oleh netizen tanpa memberikan ruang menjawab apa yang menjadi keresahan masyarakat,” ujar Bustanul, dilansir dari TribunMakassar, Selasa (2/6/2026).
Bustanul menyampaikan, banyaknya tudingan di media sosial membuat Kesbangpol Sulsel kesulitan menjelaskan proses seleksi secara utuh.













