TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah dan media resmi Iran bergerak cepat meredam spekulasi liar mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Mereka menegaskan bahwa luka yang dialami Mojtaba tidak serius, sekaligus membantah kabar yang menyebut dirinya mengalami cedera parah pasca-serangan militer dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya rumor mengenai memburuknya kondisi kesehatan Mojtaba akibat serangan tersebut.Baca juga: Iran Tepis Rumor Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Dilaporkan Beri Arahan Militer
Bantahan media resmi dan pejabat Iran
AFP Banner di Valiasr Square di Teheran menggambarkan estafet kepemimpinan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri), Ayatollah Ali Khamenei (tengah), menuju anaknya, Ayatollah Mojtaba Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, saat difoto pada 10 Maret 2026.Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menegaskan bahwa kondisi kesehatan Mojtaba terus menunjukkan perkembangan positif dan menepis segala rumor negatif yang beredar di masyarakat.











