Washington DC -
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang terluka akibat serangan AS dan Israel pada awal perang berkecamuk, masih hidup dan semakin terlibat aktif via perantara.Pernyataan Rubio soal kondisi pemimpin tertinggi Iran itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (3/6/2026), disampaikan saat memberikan testimoni kepada para anggota parlemen AS dalam sidang di Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada Selasa (2/6) waktu setempat.Mojtaba yang berusia 56 tahun, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam gelombang pertama serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sejak ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret lalu, Mojtaba sama sekali belum pernah muncul ke hadapan publik. Hal itu sempat memicu berbagai spekulasi soal kondisinya."Kita belum pernah melihatnya di depan umum, dan saya membayangkan, mengingat apa yang telah terjadi pada beberapa pemimpin dalam sistem tersebut, tampil di depan publik bukanlah sesuatu yang direkomendasikan untuk mereka secara internal," ucap Rubio kepada para anggota parlemen AS."Tetapi meskipun demikian, saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu, meskipun semua komunikasinya dilakukan secara tertulis dan melalui perantara," kata Rubio merujuk pada Mojtaba.










