Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menuduh Amerika Serikat dan Israel mencoba menabur "perpecahan" di antara rakyat Iran, setelah mengalami kekalahan selama perang Timur Tengah.Dalam pesan tertulisnya pada hari Kamis (4/6), Mojtaba Khamenei mengatakan "musuh jahat" berusaha untuk "menanam benih keraguan, keputusasaan, ketakutan, ketidakpercayaan dan perpecahan" di kalangan masyarakat."Dalam menghadapi niat buruk ini, setiap orang harus, dengan keteguhan hati, wawasan, menjaga persatuan dan kesatuan... menetralisir rencana jahat mereka," demikian isi pesannya, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/6/2026). Mojtaba menekankan peran "sangat penting" dari pemerintah Iran dalam mendukung hal-hal ini. Dia mengatakan, "Setiap tindakan yang menyebabkan pesimisme dan kekecewaan di antara rakyat dianggap sebagai semacam bantuan kepada musuh negara ini dan rakyatnya." Ucapan Pemimpin Tertinggi Iran itu disampaikan oleh seorang imam di mausoleum pendiri revolusi Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada peringatan 37 tahun wafatnya.Dilansir media Iran, Press TV, Kamis (4/6/2026), jutaan warga Iran turut serta dalam upacara yang diadakan di mausoleum Imam Khomeini di selatan Teheran, di mana para pelayat memberikan penghormatan kepada Ruhollah Khomeini. Para peserta mengibarkan bendera Republik Islam dan spanduk Hizbullah, kelompok milisi di Lebanon yang didukung oleh Iran.