SALATIGA, KOMPAS.com - Bagi warga Salatiga, Jawa Tengah, nama Kampung Ngaglik yang dikenal dengan julukan Kampung Singkong, bukan lagi hal yang asing di telinga.
Sebuah gang kecil di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo itu, menjadi cikal bakal berkembangkan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lalu membawa nama Kota Salatiga.
Selain warga lokal, banyak wisatawan yang menyempatkan diri mampir ke sana untuk berburu beragam olahan singkong yang menjadi oleh-oleh khas kota itu. Di sepanjang gang kampung tersebut, deretan toko olahan singkong berdiri rapat dengan aroma singkong goreng yang terus menyeruak dari dapur-dapur produksi.
Namun, di balik kemasyuran Kampung Singkong kini, ada cerita panjang dari seorang mantan narapidana, yang memilih hijrah, berjuang untuk keluarga, dan ingin menebus dosa-dosanya di masa lalu.
Baca juga: Gigihnya Dulrasu, Jalan Kaki dari Magrib hingga Subuh Jual Sapu Ijuk











