SETELAH perundingan di Islamabad gagal pada April 2026, dan kunjungan kenegaraan Donald Trump ke Beijing tuntas pada 13–15 Mei 2026, persiapan perang fase kedua justru mencapai titik paling intens dalam sejarah krisis ini.
Gencatan senjata parsial sejak 8 April 2026, yang awalnya disambut sebagai jeda kemanusiaan, kini terlihat lebih sebagai ruang pemulihan logistik.
Pemerintahan Trump mencap proposal damai terakhir Iran sebagai “sampah”, sementara pejabat senior Israel mengaku hanya menunggu keputusan final Presiden untuk melancarkan kampanye baru.Yang berubah bukan sekadar retorika, tetapi anatomi target. Serangan baru direncanakan menjangkau langsung wilayah Teheran, mencakup opsi pendudukan fisik Pulau Kharg, dan ekstraksi komando ke daratan utama.
Estimasi militer menyebut pertempuran akan berlangsung “beberapa hari hingga beberapa minggu”. Inilah perang yang dirancang singkat, brutal, dan tuntas serta perang yang menolak rumus jalan tengah.
Kharg, Komando Darat, dan Cek Kosong dari Beijing














