BEIJING, KOMPAS.com - Pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei menandai babak baru dalam dinamika hubungan kedua negara.

Ahli China dari Stimson Center, Robert Manning, menganalisis perkembangan ini melalui kacamata siklus duka cita klasik yang terdiri dari lima tahap, penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan, seperti dikutip dari Straits Times, Sabtu (16/5/2026). Menurut mantan pejabat intelijen dan Departemen Luar Negeri AS tersebut, KTT kali ini membawa hubungan bilateral masuk ke tahap ketiga, yaitu tawar-menawar.

Baca juga: Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka

Manning menjelaskan, pada era 1990-an hingga awal abad berikutnya, hubungan kedua negara berada dalam tahap penyangkalan karena AS percaya China akan melakukan liberalisasi dan membuka diri.

Setelah krisis keuangan 2008, AS menyadari hal itu tidak terjadi sehingga memicu tahap kedua, yakni kemarahan.