Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup sementara Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pasca-gelombang serangan udara terbaru yang diluncurkan militer AS ke wilayah selatan dan tenggara Iran, Teheran langsung ambil sikap tegas.

AS mendesak Iran untuk menyatakan secara terbuka bahwa Selat Hormuz tetap dibuka bagi jalur pelayaran maritim internasional.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup sementara Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Ini merupakan serangan AS yang ketiga kalinya dalam pekan ini, sebagai tanggapan atas insiden di Selat Hormuz.

AS kembali menggempur Iran setelah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menutup jalur pelayaran strategis itu.

AS dan Iran kembali saling meluncurkan serangan balasan yang masif di wilayah Selat Hormuz dan sekitarnya.

Militer AS mengatakan bahwa kapal-kapal bergerak melalui Selat Hormuz. Infomrasi ini disampaikan AS saat Iran mengklaim telah menutup selat itu.

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan, Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka dengan perang atau agresi AS.